Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bacaan Sujud Tilawah Dilengkapi Dengan Keutamaan, Latin dan Artinya

Bacaan doa sujud tilawah keutamaan, bacaan latin dan artinya
Lyricsreligi.com - Segala puja dan puji hanya milik Allah. Sholawat dan salam kita persembahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW.

Sujud merupakan salah satu penghambaan total kepada sang kholid Allah SWT. Sujud juga merupakan aktifitas seorang hamba yang dicintai oleh Allah SWT. Rosulullah SAW pun sangat menganjurkan agar umatnya perbanyak sujud. Salah satu manfaat sujud yaitu menjadikan seorang hamba menjadi begitu dekat dengan Allah SWT.

“Waktu yang terdekat antara seorang hamba dengan Rabb-Nya adalah ketika ia bersujud”, (H.R. Muslim)

Rasulullah SAW menganjurkan agar memperbanyak doa saat sujud. Itulah waktu yang sangat baik untuk berdoa. Karna saat sujud menjadikan seorang hamba begitu dekat dengan Sang Kholiq, saking dekat nya, dalam sebuah riwat dikatakan sujud adalah waktu dimana seseorang sangat dekat kepada Allah SWT saking dekatnya tidak ada penghalang antara kedua nya.

Makna dari sujud tilawah

Sujud tilawah adalah seseorang melakukan sujud Ketika mendengar atau membaca ayat Sajadah yang ada dalam Al Qur’an. 
Ada banyak ayat-ayat sajadah di dalam al Qur’an. Biasanya ayat sajadah ditandai  khusus. Seperti, tanda Kubah atau tugu. Bahkan adapula dicetakan tertentu ditandai dengan bacaan kecil as-Sajadah. Posisi tanda ayat sajadah berbeda-beda. Tergantung dari cetakan nya.
Sujud tilawah dilakukan sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Karna kalau diperhatikan nyaris semua ayat-ayat sajadah mengandung makna penghambaan kepada Allah SWT.

Hukum sujud tilawah

Para ulama bersepakat (ijma’) sujud Tilawah adalah amalan yang disyariatkan dalam islam. Diantara dalil yang menyatakan nya ialah: 

كَانَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ فَيَقْرَأُ سُورَةً فِيهَا سَجْدَةٌ فَيَسْجُدُ وَنَسْجُدُ مَعَهُ حَتَّى مَا يَجِدُ بَعْضُنَا مَوْضِعًا لِمَكَانِ جَبْهَتِهِ

“Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hanya saja ulama berbeda pendapat mengenai hukum dari sujud tilawah. Ada yang mengatakan sunnah dan ada pula yang mengatakan wajib. Namun, mayoritas (jumhur) ulama menghukumi bahwa sujud tilawah adalah sunnah bukan wajib.

Diantara dalil yang menyatakan sunnah sebagai berikut:

Pertama: Dari Zaid bin Tsabit, beliau berkata,

قَرَأْتُ عَلَى النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ( وَالنَّجْمِ ) فَلَمْ يَسْجُدْ فِيهَا

“Aku pernah membacakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam surat An Najm, (tatkala bertemu pada ayat sajadah dalam surat tersebut) beliau tidak bersujud.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bukhari membawakan riwayat ini pada Bab “Siapa yang membaca ayat sajadah, namun tidak bersujud.”

Kedua: 
Suatu ketika, Pada hari Jum’at Umar bin Khattab pernah membacakan surat An Nahl hingga sampai pada ayat sajadah, beliau turun untuk sujud dan manusia pun ikut sujud ketika itu. Ketika datang Jum’at berikutnya, beliau pun membaca surat yang sama, tatkala sampai pada ayat sajadah, beliau lantas berkata,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا نَمُرُّ بِالسُّجُودِ فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ ، وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلاَ إِثْمَ عَلَيْهِ

“Wahai sekalian manusia. Kita telah melewati ayat sajadah. Barangsiapa bersujud, maka dia mendapatkan pahala. Barangsiapa yang tidak bersujud, dia tidak berdosa.” Kemudian ‘Umar pun tidak bersujud. (HR. Bukhari no. 1077)

Kemudian perbuatan sayyidina Umar ini tidak ditentang oleh sahabat-sahabat lain nya. Baik yang hadir pada saat itu dan maupun yang tidak hadir.

Berikut ini adalah bacaan yang dibaca saat membaca atau mendengar ayat sajadah:

Bacaan Sujut Tilawah Lengkap

سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِفَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu washawwarahu wasyaqqa sam’ahu wabasharahu bihaulihi waquwwatihi fatabarakallahu ahsanul khaliqin. 

Artinya: “Telah sujud wajhku kepada Dzat yang menciptakannya, yang menancapkan pendengaran dan penglihatan dengan daya dan kekuatannya. Mahasuci Allah sebaik-sebaik Pencipta.”

Bacaan Sujud Tilawah Pendek

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى

"Subhaana robbiyal a’laa”

Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”

Di antara keutamaan membaca doa sujud Tilawah ialah akan dijauhkan dari gangguan setan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Abu Huraurah:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ – وَفِى رِوَايَةِ أَبِى كُرَيْبٍ يَا وَيْلِى – أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ

“Jika anak Adam membaca ayat sajadah, lalu dia sujud, maka setan akan menjauhinya sambil menangis. Setan pun akan berkata-kata: “Celaka aku. Anak Adam disuruh sujud, dia pun bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku sendiri diperintahkan untuk sujud, namun aku enggan, sehingga aku pantas mendapatkan neraka.” (HR. Muslim no. 81)

Cara melakukan sujud Tilawah

1. Cukup dilakukan dengan satu kali sujud.
2. Sujud Tilawah sama dengan saat sujud pada waktu sholat.
3. Tidak dianjurkan -menurut pendadat yang lebih kuat- untuk melakukan takbiratul ihram dan tidak pula diarjurkan salam.
4. Mengucapkan takbir (Allahu Akbar) pada saat hendak sujud dan bangkit dari sujud
5. Lebih utama melakukan sujud Tilawah dimulai dari berdiri.

Demikian sedikit tulisan terkait doa sujud Tilawah. Semoga bisa bermanfaat untuk sesama. Mohon maaf jika terdapat banyak kesalahan.
Wallahu’alam 



Post a Comment for "Bacaan Sujud Tilawah Dilengkapi Dengan Keutamaan, Latin dan Artinya "