Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kriteria Calon Istri yang Baik Dalam Pandangan Islam


Lyricsreligi.com - Islam adalah agama yang sempurna. Dari masalah terkecil hingga terbesar telah ada tuntunannya. Sehingga umat islam itu sendiri tidak pusing dengan masalah-masalah yang tengah dihadapi melainkan telah ada dengan lengkap tuntunan syariat nya dalam islam. Termasuk urusan dalam memilih calon istri. Islam telah membahas dengan lugas mengenai cara dan kriteria wanita yang baik dalam pandangan islam yang disebut dengan Sholehah.

Syariat islam yang suci telah mengajarkan kepada umat nya untuk selektif dan berhati-hati dalam memilih calon pasangan. Karena berumah tangga dalam islam bukan perkara sebentar lalu bubar layaknya yang ada pada Syiah. Yaitu nikah muth’ah. Nikah yang ditetapkan waktunya lalu bubar. Syariat islam tidak seperti itu, maka hendaklah betul-betul didifikirkan dengan cermat, selektif dan penuh hati-hati. Tak lupa sertakan Allah SWT dengan perbanyak sholat istikhoroh memohon pentunjuk agar Allah SWT memberikan pilihan terbaik menurut-Nya. Karna menikah itu untuk selama-lama nya sampai akhir hayat. Maka tujuan dari selektif dan berhati-hati tadi agar tidak terjadi penyesalan dikemudian hari, lalu akan banya pihak yang terzholimi, terutama anak-anak jika hal yang tidak diinginkan itu terjadi.

Setelah melakukan tuntunan syariat islam kemudian telah mutuskan lalu menikah maka terimalah dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Karna perlu difahami manusia tidak ada yang sempurna. Saling memahami dan menerima dengan pernuh keikhlasan semata karna Allah SWT. Dengan menikah maka sempurnalah separuh dari agama. Selanjut berjuang Bersama-sama dalam menyempurkan separuh nya. 

Niatkan menikah untuk membina rumah tangga yang Sakinah mawaddah warahmah mencetak generasi-generasi mumpuni pejuang agama-Nya. Semata karna ibadah dan mengharapkan ridho Allah SWT. 

Jika dalam proses menuju pernikahan cukup lama, maka bersabarlah. Sikap yang tepat dalam masa-sama penantian dan pencarian adalah dengan :

1. Memanfaatkan masa-masa tersebut untuk membina diri sendiri agar menjadi dambaan pasangan yang cari. Karna telah menjadi sunnatullah bahwa pribadi yang baik akan diminati pribadi yang baik pula.

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ... ۚ

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…(QS. An-Nur: 26)

2. Menjadikan waktu tersebut sebagai kesempatan untuk terus berdoa, perbanyak ibadah, intropeksi diri, dan selalu berperasangak baik kepada Allah SWT dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya. 

Ciri-ciri Calon Istri yang Baik Dalam Islam

Kriteria Calon Istri yang Baik Dalam Pandangan IslamBerikut beberapa kriteria yang sangat penting untuk dijadikan pertimbangan dalam mencari dan memilih calon istri menurut islam

1. Memiliki agama dan akhlak yang baik.

Rasulullah Sallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya,  dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Maksudnya di sini ialah yang lebih diutamakan adalah agama dan kemuliaan akhlaknya. Niscaya insya Allah bahagiakan dunia dan akherat. 

2. Shalihah

Ciri-ciri wanita shalihah itu tertuang dalam firman Allah SWT:

فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ

“Wanita (istri) salihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (an-Nisa: 34)

Tidak melihat, mendengar, atau mengatakan apa-apa yang diharamkan, dan tidak berjalan pada tempat yang diharamkan syariat islam atau melakukan perbuatan yang diharamkan. Wanita seperti ini bagaikan bidadari yang dipingit. Tidak sembarangan orang yang mampu mendapatkan hatinya. Ia bak perhiasanya yang tiada tara keindahanya. Rasulullah SAW bersabda:

الدنيا متاع وخير متاع الدنيا المرأة الصالحة

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalilahh”

3. Al-Waduud (penyayang) dan al-waluud (dari keturunan yang banyak anak)

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

تََزَوَجُوْا الوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فإني مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ

“Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak (subur) karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan umat-umat yang lain”

4. Mengutamakan wanita yang masih gadis, terutama bagi pemuda lajang.

Seorang gadis biasanya lebih akan mencintai pasangannya dan akan memberikan segala cintanya kepada pasangannya secara utuh. Karena suaminya lah cinta pertama dan yang pertama pula hadir dalam hidupnya untuk dijadikan teman hidup. Diriwaytkan bahwa Jabir r.a mendatangi Nabi Muhammad SAW dan beliau bersabda:

أَتَزَوَّجْتَ يَا جَابِرُ؟» قُلْتُ: نَعَمْ، قَالَ: «أَبِكْرًا أَوْ ثَيِّبًا؟» قُلْتُ: ثَيِّبًا، قَالَ: «فَهَلَّا بِكْرًا تُلَاعِبُهَا

“apakah engkau baru saja menikah, wahai Jaabir?”, aku menjawab : “iya”. Beliau bertanya lagi : “perawan atau janda?”. Jawabku : “janda”. Nabi sholallahu alaihi wa salam berkata : “kenapa engkau tidak menikahi perawan, sehingga engkau  ias bermain-main dengannya?”

Rasulullah SAW juga bersabda:

عَلَيْكُمْ بِاْلأَبْكَارِ فَإِنَّهُنَّ أَعْذَبُ أَفْوَاهًا وَأَنْتَقُ أَرْحَامًا وَأَرْضَى بِالْيَسِيْرِ

“Nikahlah dengan gadis perawan; sebab mereka itu lebih manis bibirnya, lebih subur rahimnya, dan lebih ridha dengan yang sedikit.”

Jika anjuran untuk menikahi wanita gadis, lalu bagaimana dengan wanita janda? Tidak mengapa, karna anjuran menikahi wanita gadis bukan berarti larangan menikahi wanita janda. Usia yang terpaut pun tidak menjadi soal karna Rasulullah SAW sendiri menikahi gadis 9 tahun yaitu bunda Aisyah sementara umur beliau 53 tahun dan Rasulullah SAW menikahi Bunda Khodijah usia Beliau pada saat itu 25 tahun dan bunda Khodijah 40 tahun. Tertaut 15 tahun usia beliau saat menikahi bunda Khodijah.

Wallahu’alam




Post a Comment for "Kriteria Calon Istri yang Baik Dalam Pandangan Islam"