Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

WANITA MUSLIMAH BERSAMA TUHAN NYA (Part 2)

 7. Membaguskan pelaksanaan shalat

Wanita muslimah bersama tuhan nya
Pixabay.com

Wanita muslimah yang terjaga dan bertaqwa, selalu memperhatikan pelaksanaan shalatnya. Ia melaksanakannya sebaik mungkin, dengan menghadirkan hati dan rasa ketundukan yang dalam dari anggota badannya. Menghayati makna yang terkandung di dalam ayat-ayat Al-Quran yang ia baca. Merenungi arti tasbih dan doa-doa yang ia ucapkan. Kekhusukan memenuhi relung-relung hatinya. Jiwanya disinari nur hidayah, syukur dan nilai penghambaan pada-Nya.

Tidak sepatutnya bagi wanita Muslimah segera berlalu meninggalkan tempat shalatnya, untuk menyibukkan diri pada pekerjaan rumah tangga, atau pada kesibukkan hidup lainnya. Akan tetapi setiap selesai shalat membaca istighfar tiga kali sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Tersebut dalam sebuah hadits shahih, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : << Barangsiapa setiap sesudah shalat membaca tasbih (Subhanallah) 33 kali, tahmid (Al Hamdulillah) 33 kali, dan takbir (Allahu Akbar) 33 kali, sehingga jumlahnya menjadi 99 kali, kemudian ia menyempurnakan yang seratusnya dengan membaca : <<لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ>>. Maka akan diampuni dosa-dosa yang telah diperbuatnya, walaupun seperti buih dilautan.>> (HR. Muslim)

Kemudian ia menghadap Allah SWT, berdoa dengan khusyuk, agar Dia memudahkan segala urusannya, baik di dunia maupun di akhiratnya. Dan agar Dia melimpahkan nikmat-nikmat-Nya, baik yang lahir maupun yang batin. Dan agar Dia menganugrahkan petunjuk pada setiap urusannya.

8. Menunaikan Zakat Mal (Harta)-nya

Wanita Muslimah hendaknya mengeluarkan zakat hartanya. Jika ia termasuk dalam kategori orang yang wajib mengeluarkan zakat malnya.

Hal demikian itu karena zakat merupakan kewajiban harta dan bentuk peribadatan yang telah di tentukan waktunya. Diwajibkan bagi setiap muslim yang memiliki harta yang telah mencapai satu nishab, baik laki-laki ataupun wanita. Barangsiapa yang menyembunyikan atau mengingkari kewajibannya, makai a dianggap seorang yang murtad (keluar dari islam), berbuat mungkar dan kafir secara nyata. Ia boleh diperangi dan darahnya halal untuk di tumpahkan, hingga ia menunaikannya secara sempurna sebagaimana yang telah diterangkan oleh hukum islam.

9. Shaum Ramadhan Dan Qiyamullail

Wanita Muslimah yang bertaqwa, senantiasa melaksanakan shaum Ramadhan. Jiwanya selalu ditaburi bunga-bunga keimanan. Sebagai bukti pemahaman yang benar terhadap sabda nabi SAW: << Sesungguhnya barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala dari sisi Allah SWT, maka akan terampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.>> (Muttafaq ‘alaihi) 

Rasulullah SAW juga bersabda : << Barangsiapa menghidupkan malam Ramadhan (shalat tarawih dan qiyamul lail) karena iman dan mengharapkan pahala dari sisi-Nya, maka akan diampini dosa-dosanya yang telah lalu.>> (Muttafaq ‘alaihi)

10. Melaksanakan Puasa Sunnah

Wanita Muslimah yang bertaqwa, juga melaksanakan puasa-puasa sunnah selain puasa Ramadhan. Sekiranya puasa itu mudah baginya dan tidak memberatkannya seperti puasa Arafah (9 Dzul Hijjah), puasa Asyura’(10 Muharram), puasa tanggal 9 Muharram, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa 3 hari pada setiap bulan (Ayyamul Bidh, 13,14 dan 15).

11. Melaksanakan Haji Ke Baitullah

Wanita Muslimah menunaikan ibadah haji ke Baitullah Al Haram, pada saat ia mempunyai kesanggaupan dan tersedianya bekal yang memadai untuk melaksanakan perjalanan ke sana. 

Diriwayatkan dari Aisyah (R.a), ia berkata “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, mengapa kami tidak berperang dan berjihad bersama kalian (kaum laki-laki)?.” Beliau menjawab : << Bagi kalian ada jihad yang lebih baik dan utama bagi kalian (kaum wanita) adalah haji, yaitu haji yang mabrur.>>

‘Aisyah (R.a) berkata : ”Aku tidak pernah meninggalkan ibadah haji, setelah aku mendengar hadits ini dari Rasulullah SAW.” (HR. Bukhari)

12. Menunaikan Umrah

Sebagaimana haji diwajibkan kepada wanita Muslimah, maka diwajibkan pula baginya umrah jika ia memiliki kemudahan untuk melaksanakannya, khususnya umrah di bulan Ramadhan. Karena umrah di bulan Ramadhan pahalanya sebanding dengan melaksanakan haji bersama Rasulullah SAW. 

Wanita muslimah bersama Tuhan nya (part 1)

Post a Comment for "WANITA MUSLIMAH BERSAMA TUHAN NYA (Part 2)"